Thursday, December 26, 2013

Asing Makin Bebas Kuasai Ragam Bisnis


JAKARTA, KOMPAS.com - Investor asing bakal makin gampang menguasai ragam bisnis di Indonesia. Kemudahan ini akan tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2010 tentang Badan Usaha Tertutup dan Terbuka dengan Persyaratan atau lebih lebih tenar aturan Daftar Negatif Investasi (DNI).
Berdasarkan hasil pembahasan revisi DNI di Kantor Menko Perekonomian, Selasa (24/12/2013), ada empat sektor usaha yang sebelumnya tertutup sama sekali menjadi terbuka bagi asing.
Pertama, penyediaan dan penyelenggaraan terminal darat. Kedua, pengujian kelayakan kendaraan bermotor atawa KIR. Ketiga, asing boleh memiliki 51 persen saham perusahaan periklanan. Tapi, ketentuan ini hanya berlaku bagi investor asing berasal dari ASEAN. Keempat, asing juga boleh menguasai 49 persen saham pembangkit listrik berkapasitas kurang dari 10 Megawatt.
Ketentuan sebelumnya, asing tak boleh masuk bisnis ini karena hanya diperuntukkan Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada juga kelonggaran lain di sektor farmasi dan modal ventura. Di industri farmasi, misalnya, porsi saham asing ditambah dari maksimal 75 persen menjadi maksimal 85 persen. Ada yang dilonggarkan, ada pula yang batasi. Penguasaan asing akan dibatasi, antara lain, pada sektor pertanian hortikultura (buah dan sayuran).
Saat ini, asing bisa menguasai 95persen saham perusahaan pertanian hortikultura. Jika revisi aturan ini berlaku, asing hanya boleh menguasai maksimal 30 persen saham.
Revisi DNI kali ini juga memasukkan satu sektor usaha baru yang belum masuk DNI, yakni penyelenggara perdagangan alternatif di perdagangan bursa berjangka. Asing akan boleh memiliki 95 persen perusahaan pialang berjangka.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar, menjelaskan, pelonggaran aturan investasi ini bertujuan menambah daya tarik investasi di Indonesia. Maklum, tahun depan Indonesia menargetkan investasi masuk Rp 450 triliun, naik 15 persen dibanding tahun ini yang senilai Rp 390,30 triliun. Lagi pula, sektor bisnis yang dibuka bagi asing rata-rata membutuhkan modal besar.
Mahendra mengakui bahwa calon DNI baru belum tentu mendongkrak pertumbuhan investasi Indonesia di tahun 2014. "Namun untuk jangka panjang, DNI ini akan berpengaruh signifikan," tandas Mahendra, Rabu (25/12/2013). Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, juga memandang positif revisi DNI dan sepakat jika sektor yang dibuka butuh campur tangan pengusaha asing.
"Ini sudah sesuai aspirasi kami, tapi pemerintah harus tegas, bidang usaha yang khusus untuk pengusaha lokal tetap dijaga kemurniannya," kata Suryo.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, berharap, pemerintah tetap melindungi kepentingan pengusaha lokal. Jangan sampai liberalisasi investasi ini akan mematikan pengusaha lokal. (Asep Munazat Zatnika)

SUMBER:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/26/0741588/Asing.Makin.Bebas.Kuasai.Ragam.Bisnis
Kamis, 26 Desember 2013

Analisis :
Dengan adanya kemudahan investor asing menguasai ragam bisnis di Indonesia ini merupakan hal yang positif dan menjadi kan banyak investasi di Indonesia, akan tetapi pemerintah Indonesia juga harus mempunyai sikap agar pengusaha lokal Indonesia sendiri juga mampu bersaing dengan asing dan tetap terjaga kemurniannya.

Friday, November 15, 2013

Tugas 4

 JUDUL :   ANALISIS KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN (STUDI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT SARANA SUKSES SIDOARJO)

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR BAGAN
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
B. Perumusan Masalah
C. Batasan Masalah
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1.Tujuan Penelitian
    2.Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
B. Tinjauan Teori
    1. Definisi Bank
    2. Pengertian Bank Perkreditan Rakyat
    3. Pengertian Kredit
    4. Unsur-Unsur Kredit
    5. Prinsip-Prinsip Perkreditan
    6. Jenis-Jenis Kredit
       A. Sudut Jangka Waktu
       B. Sudut Jaminan
       C. Sudut Segmen Usaha
       D. Sudut Tujuan
       E. Sudut Penggunaannya
   7. Tujuan dan Fungsi Kredit
   8. Kebijakan Kredit Bank
   9. Evaluasi Kinerja Bank Perkreditan Rakyat
      A. Profitabilitas
      B. Likuiditas

BAB III. METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
B. Jenis Penelitian
C. Jenis Data dan Sumber Data
D. Metode Pengumpulan Data
E. Metode Analisis Data

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
    1. Sejarah Singkat Perusahaan
    2. Struktur Organisasi
    3. Kegiatan Usaha BPR Sarana Sukses Sidoarjo
B. Analisis Data
    1. Analisis Kebijakan Pemberian Kredit
    2. Analisis Rasio Keuangan
        a. Rasio Profitabilitas
           1) Return On Assets
           2) Return On Equity
           3) Net Interest Margin
        b. Rasio Likuiditas
           1) Capital Adequacy Ratio
           2) Cash Ratio
           3) Loan To Deposit Ratio

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Monday, November 4, 2013

Heboh, Polisi Mabuk Beredar di Video FB dan Youtube

JAKARTA,BB – Belum lagi lepas kasus foto syur anggota Polisi di Internet, kini muncul video polisi mabuk di Youtube dan Facebook.
Adegan tak terpuji kali ini diperankan oleh oknum polisi yang diduga beraksi di Majalengka, Jawa Barat.
Tamapak pada video berdurasi 14 menit 28 detik itu seorang polisi berbuat ulah pada sebuah panggung acara musik dangdut.
Di Youtube, video ini diunggah oleh sejumlah akun. bahkan sudah banyak diedarkan di akun Facebook (FB).
“Video Polisi Mabok Buat Onar di Atas Panggung Dangdut di Leuwiliang”, “polisi mabok- Video Polisi Buat Onar di Atas Panggung Dangdut, “Bikin Rusuh Kelakuan Polisi Mabuk Di Acara Dangdutan”, dan lainnya.
Suasana awal pada video itu tampak acara berlangsung meriah. Seorang penyanyi dikerumuni oleh beberapa orang sambil berjoget. Tiba-tiba dari arah kursi “VIP” depan panggung, muncul seorang anggota polisi, naik ke panggung. Entah kenapa, oknum polisi yang masih berseragam itu terlihat marah-marah.
Sejumlah anggota polisi bersama warga kemudian berusaha menenangkan polisi yang tampak sedang mabuk itu. Bahkan, ada seorang pria yang memakai ikat kepala, meminta oknum polisi itu untuk turun dari panggung. “Turun, turun,” ucap pria itu.
“Maneh ulah ngancam aing (kamu jangan ancam saya),” jawab polisi itu.

Minggu, 3 November 2013

Analisis : Berdasarkan berita di atas seorang anggota polisi yang seharusnya menjaga keamanan acara tersebut justru malah membuat ulah dan membuat keributan di acara itu dalam keadaan mabuk. Dengan adanya kejadian ini citra polisi di mata masyarakat akan menjadi buruk, karena tidak hanya berita di atas tetapi sudah banyak berita lain yang menyangkut anggota polisi. Jika anggota polisi saja sudah tidak bisa mengamankan dirinya sendiri, bagaimana mungkin mereka bisa mengamankan kondisi di sekitar mereka sesuai dengan tugas mereka.

Saturday, November 2, 2013

Rupiah Di Prediksi Terjerembab di Rp 11.090-Rp 11.250 per USD

Merdeka.com - Hasil pertemuan petinggi bank sentral Amerika Serikat tidak membuat laju nilai tukar membaik. Sebaliknya, rupiah diperkirakan kembali melemah hingga menjauhi target support Rp11.090-Rp11.225-Rp11.250 (kurs tengah BI).

"The Fed memang masih mempertahankan kebijakan stimulusnya namun, di sisi lain juga mensinyalkan adanya tappering off yang dimungkinkan dipercepat dari perkiraan sebelumnya," ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Jumat (1/11).

Rupiah pada Kamis (31/10) melanjutkan pelemahan sebesar 95 poin terhadap dolar AS menjadi Rp11.273 dibanding posisi sehari sebelumnya Rp11.178.

SUMBER : http://www.merdeka.com/uang/rupiah-diprediksi-terjerembab-di-rp-11090-rp-11250-per-usd.html
Sabtu, 2 November 2013

Analisis : Dalam hal ini Pemerintah Indonesia sebaiknya melakukan sesuatu untuk menstabilkan nilai mata uang rupiah di Indonesia. Yang pada akhir-akhir ini memang terlihat sedang mengalami penurunan. Jika nilai rupiah tetap terjadi seperti ini, akan di pastikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pun akan semakin menurun.

Dampak Panjang Demo Buruh Bagi Perusahaan Dan Ekonomi Nasional


Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin ikut angkat bicara menanggapi maraknya aksi demo buruh yang terjadi beberapa hari terakhir. Menurut Suryamin, demo buruh bisa berdampak pada penurunan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara jika terjadi berlarut-larut.

Suryamin menyebut, demo buruh akan sangat terasa pada output perusahaan. Produksi perusahaan berhenti berjam-jam dan berpengaruh pada indeks produksi. Dengan kata lain, perusahaan menjadi tidak produktif lagi.

"Demo buruh akan berpengaruh pada output yang berhenti berjam-jam. Nanti itu harus dipertimbangkan. Berpengaruh kepada indeks produksi perusahaan," kata Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (1/11).

Tidak hanya itu, nilai tambah produksi juga akan terus menurun. Dengan menurunnya nilai tambah dan output produksi, akhirnya membuat kemampuan perusahaan menggaji karyawan menjadi tergerus.

"Nilai tambah akan terus menurun, kemampuan cost produksi akan turun. Kalau terlalu lama pada PDB sektor masing masing. Itu kan nanti akhir tahun berdampak atau tidak," katanya.

Disinggung soal pengurangan produksi karena demo buruh, Suryamin enggan menjelaskannya. Dia hanya mengatakan, penurunan produksi masih bisa ditutupi dari sektor lain.

"Tapi kan ada sektor lain yang mendorong perekonomian kita," tutupnya.

SUMBER : http://www.merdeka.com/uang/dampak-panjang-demo-buruh-bagi-perusahaan-dan-ekonomi-nasional.html
Sabtu, 2 November 2013

Analisis : Jika demo buruh terus di lakukan selain bisa mengurangi hasil output perusahaan yang bisa mengakibatkan penurunan PDB, hal ini juga bisa membuat perusahaan yang di dirikan oleh perusahaan asing akan di tutup dan lebih memilih membuka usaha di wilayah lain yang UMP nya di bawah UMP DKI Jakarta. Selain itu, juga bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi PHK besar-besaran jika kenaikan upah buruh tetap di lakukan sesuai keinginan pendemo.

Pelanggaran PNS Bea Cukai Dari Terlambat Absen Sampai Selingkuh

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan telah menindak 41 pegawainya yang terbukti melakukan penyelewengan selama 6 bulan pertama tahun 2013. Dari 41 pegawai, 3 diantaranya melakukan pelanggaran berat.

Kabag Kepegawaian DJBC Efrizal mengatakan, jenis pelanggaran yang dilakukan beragam mulai dari kategori berat, kategori sedang serta kategori kecil. Namun, Efrizal tidak merinci jenis pelanggaran yang dimaksud.

Di tempat yang sama, Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Haryo Limanseto menjelaskan pelanggaran yang dilakukan anak buahnya mulai dari saat dinas maupun di luar tugas. Pelanggaran non dinas itu semisal KDRT dan selingkuh.

"Kasusnya ada yang jabatan dan ada non jabatan. Non jabatan pengaduan KDRT dan seperti itu (selingkuh)," katanya.

Untuk jenis penindakannya juga berbeda-beda, tergantung kategori pelanggaran. Untuk kategori ringan hanya sekadar teguran atau lisan.

"Kalau sedang itu teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat. Kalau berat pemotongan gaji, penurunan pangkat, pemecatan. 2012 ada 5 sekarang 1 kategori berat," ucap Haryo.

SUMBER : http://www.merdeka.com/uang/pelanggaran-pns-bea-cukai-dari-terlambat-absen-sampai-selingkuh.html
Sabtu, 2 November 2013

Analisis : Pelanggaran-pelanggaran seperti berita di atas sudah biasa terjadi di Indonesia. Tidak hanya para PNS, tetapi para petinggi negeri pun selalu melakukan pelanggaran-pelanggaran. Yang sering terjadi di Indonesia ialah melakukan penyelewengan dana atau korupsi, jika hal-hal seperti ini tidak di tindak lanjuti secara keras sesuai hukum yang berlaku, maka akan semakin banyak orang yang melakukan pelanggaran yang sama karena hukum yang ada tidak di terapkan dengan sesuai.

BPS Sebut Rata-Rata Upah Buruh Industri di Indonesia Turun


Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data mengenai rata-rata upah buruh industri pada triwulan II 2013. Dari data BPS, rata-rata upah buruh secara nominal maupun riil mengalami penurunan dibandingkan triwulan I 2013.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, secara nominal rata rata upah buruh seluruh industri mengalami penurunan 2,51 persen dari Rp 1.619.400 menjadi Rp 1.578.700. Secara riil, rata-rata upah buruh seluruh industri juga mengalami penurunan 3,38 persen dari Rp 1.166.900 menjadi Rp 1.127.400.

Suryamin juga merinci per sektor industri. Upah buruh industri tembakau atau rokok pada triwulan II 2013 mengalami peningkatan 1,32 persen dibanding triwulan sebelumnya.

"Secara nominal ini naik dari Rp 1.169.300 menjadi Rp 1.184.800. Secara riil naik dari Rp 842.600 menjadi Rp 846.100," ucap Suryamin di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Upah buruh industri furnitur secara nominal juga turun 0,14 persen dari Rp 1.506.500 menjadi Rp 1.504.400. "Secara riil ini juga turun 1,03 persen," katanya.

Sedangkan untuk buruh industri semen atau kapur mengalami peningkatan 0,45 persen dari Rp 1.848.500 menjadi Rp 1.856.800. "Secara riil rata rata upah buruh ini justru turun sebesar 0,45 persen," sambungnya.

Sementara upah buruh industri logam rata-rata upah mengalami peningkatan 0,22 persen dari Rp 2.090.400 menjadi Rp 2.094.900 per bulan. "Secara riil rata rata upah buruh ini mengalami penurunan 0,68 persen," tutupnya.

SUMBER : http://www.merdeka.com/uang/bps-sebut-rata-rata-upah-buruh-industri-di-indonesia-turun.html
Sabtu, 2 November 2013

Analisis : Jadi dapat di simpulkan bahwa upah buruh industri pada triwulan II 2013 mengalami penurunan di bandingkan triwulan I 2013. Upah buruh industri mengalami penurunan secara nominal maupun secara riil.